Langsung ke konten utama

THE BEST BOOK REAL STORY


 
 

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami haturkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang masih memberi penulis kekuatan dan kesempatan sehingga dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul, “Mengambil Hikmah dan Pelajaran dari Metode Dakwah Nabi Ibrahim ‘Alayhissalam yang Dijabarkan di Dalam Surat Al-Anbiya’”.
Penulisan skripsi ini kami ajukan guna menyempurnakan salah satu syarat kelulusan pada jenjang perkuliahan Strata I Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Badrussalam Magetan. Pada penulisan skripsi ini, kami begitu banyak menemui kendala dan kesulitan. Akan tetapi, berkat bimbingan serta bantuan dari berbagai pihak, kami pun dapat melewatinya dengan baik.
Selanjutnya, penulis dengan dengan segala kerendahan hati dan penuh ketulusan menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
  1. Kedua orang tua kami yang telah mendukung dengan sepenuh hati.
  2. Bapak Eko selaku guru simdig di SMK NEGERI 1SEMARANG
  3. Serta kawan-kawan dan pihak-pihak yang belum bisa kami tulis satu persatu.
Sebagai penutup, kami menyadari banyaknya kekurangan pada penulisan buku ini. Oleh karena itu, kami berharap agar para pembaca dan peneliti berkenan untuk mengoreksi, memberi saran, serta kritik agar kedepannya kami bisa menjadi lebih baik lagi.
Semoga, skripsi yang penuh kurang ini dapat bermanfaat dalam dakwah umat Islam serta berkah bagi penulis dan para pembaca. Sehingga, skripsi ini pun dapat bermanfaat di dunia dan akhirat.
Semarang     
, 8 November 2017





Pengalaman Pengurus Jenazah


Ceritanya begini, saya sering terlibat dalam pengurus jenazah lebih dari 16 tahun, berbagai pengalaman telah saya lalui, sebab dalam jangka atau kurun waktu tersebut macam-macam jenis mayat sudah saya tangani. Ada yang meninggal dunia akibat kemalangan, sakit tua, sakit jantung, tabrakan, tenggelam dan bahkan bunuh diri. Bagaimanapun, pengalaman menjadi pengurus jenazah seorang yang kaya raya serta berpengaruh ini, menyebabkan saya dapat kesempatan istimewa sepanjang hidup.

Inilah pertama kali saya bertemu cukup aneh, menyedihkan, menakutkan dan sekaligus memberikan banyak hikmah. Sebagai pengurus jenazah tetap di kampung, saya diminta oleh anak almarhum mengurus jenazah bapaknya. Saya langsung pergi ke rumahnya. Ketika saya sampai ke rumah almarhum, tercium bau jenazah itu sangat busuk. Baunya cukup menyengat dan memualkan perut dan sangat menjijikan.

Saya telah bertahun-tahun menjadi seorang pengurus jenazah tetapi tidak pernah saya bertemu mayat yang sebusuk ini. Ketika saya lihat wajah almarhum, sekali lagi saya tersentuh. Saya lihat wajahnya seperti dirundung oleh macam-macam perasaan takut, cemas, kesal dan macam-macam. Wajahnya seperti tidak mendapat nur dari Allah SWT. Kemudian saya pun ambil kain kafan yang dibeli oleh anak almarhum dan saya potong. Secara kebetulan pula, disitu ada dua orang yang pernah mengikuti kursus “fardu kifayah” atau pengurus jenazah yang pernah saya ajar. Saya ajak mereka mambantu saya dan mereka mau membantu.

Tetapi selama memandikan mayat itu, kejadian pertama pun terjadi, sekedar untuk pengetahuan pembaca KCH, apabila memandikan jenazah, badan mayat itu perlu dibangunkan sedikit dan perutnya hendaklah diurut-urut untuk mengeluarkan kotoran yang tersisa. Maka saya pun urut-urut perut almarhum dengan sedikit menekan. Tapi apa yang terjadi, pada hari itu sangat mengejutkan.

Allah SWT berkehendak dan menunjukkan kekuasaannya karena pada hari tersebut, kotoran tidak keluar dari dubur akan tetapi melalui mulutnya. Hati saya berdebar-debar. Apa yang sedang terjadi dengan mayat ini? Saya menjadi bertanya-tanya.

Telah dua kali mulut mayat ini memuntahkan kotoran, saya harap hal itu tidak terulang lagi kerana saya mengurut perutnya untuk kali terakhir. Ketika saya urut perutnya keluarlah dari mulut mayat itu kotoran bersama beberapa ekor ulat yang masih hidup. Sangat menjijikkan! Ulat itu adalah seperti ulat kotoran (belatung). Padahal almarhum meninggal dunia akibat diserang jantung dan waktu kematiannya dalam tempo yang begitu singkat, mayatnya sudah menjadi sebusuk itu? saya lihat wajah anak almarhum. Mereka seperti terkejut. Mungkin malu, terperanjat dan aib dengan apa yang berlaku pada bapaknya, kemudian saya tengok dua orang pembantu tadi, mereka juga terkejut dan panik.

Saya katakan kepada mereka, “inilah ujian Allah terhadap kita”. Kemudian saya minta seorang dari pembantu tadi pergi memanggil semua anak almarhum. Almarhum pada dasarnya seorang yang beruntung karena mempunyai tujuh orang anak, semua anaknya laki-laki. Seorang berada di luar negeri dan enam lagi berada di rumah. Ketika semua anak almarhum masuk, saya nasehati mereka. Saya mengingatkan mereka bahwasanya tanggung jawab saya adalah membantu menguruskan jenazah bapak mereka, bukan menguruskan semuanya, tanggung jawab ada pada ahli warisnya.

Sepatutnya sebagai anak, mereka yang lebih *afdal menguruskan jenazah bapaknya, bukan hanya iman, hanya bilal, atau guru. Saya kemudian meminta ijin serta bantuan mereka untuk menunggingkan mayat itu. Allah kembali menunjukkan kekuasaannya, ketika ditunggingkan mayat tersebut, tiba-tiba keluarlah ulat-ulat yang masih hidup, hampir sebaskom banyaknya. Baskom itu kira-kira besar sedikit dari penutup saji meja makan. Subhanallah suasana menjadi makin panik.

Benar-benar kejadian yang luar biasa sukar diterima akal pikiran manusia biasa. Saya terus berdoa dan berharap tidak terjadi lagi kejadian yang lebih ganjil. Selepas itu saya memandikan kembali mayat tersebut dan saya ambilkan wudhu. Saya meminta anak-anaknya kain kafan. Saya bawa mayat kedalam kamarnya dan tidak diijinkan seorang pun melihat proses mengkafani mayat tersebut kecuali ahli waris yang terdekat sebab saya takut kejadian yang lebih aib akan terjadi. Peristiwa apa pula yang terjadi setelah jenazah diangkat ke kamar dan hendak dikafani, takdir Allah juga yang menentukan.

Ketika mayat ini diletakkan diatas kain kafan, saya dapati kain kafan itu hanya cukup menutupi ujung kepala dan kaki tidak ada lebih, maka saya tak dapat mengikat kepala dan kaki. Tidak keterlaluan kalau saya katakan dia seperti kain kafan itu tidak mau menerima mayat tadi. Tidak apalah, mungkin saya yang lupa ketika memotongnya. Lalu saya ambil pula kain, saya potong dan tampung di tempat-tempat yang kurang. Memang kain kafan jenazah itu jadi sambung-menyambung, tapi apa mau dikata, itulah yang dapat saya lakukan.

Dalam waktu yang sama saya berdoa kepada Allah “ya Allah, jangan kau hinakan jenazah ini ya Allah, cukuplah sekadar peringatan kepada hamba-Mu ini”. Selepas itu saya beri taklimat tentang shalat jenazah tadi, satu lagi masalah timbul, jenazah tidak bisa diantar ke tanah pekuburan kerana tidak ada mobil jenazah/mobil ambulans.

Saya hubungi kelurahan, pusat Islam, masjid, dan sebagainya, tapi susah. Semua sedang digunakan, beberapa tempat tersebut juga tidak mempunyai mobil jenazah lebih dari satu karena mobil yang ada sedang digunakan pula. Suatu hal yang saya pikir bukan sekedar kebetulan. Dalam keadaan itu seorang hamba Allah muncul menawarkan bantuan. Lelaki itu meminta saya menunggu sebentar untuk mengeluarkan van/sejenis mobil pick-up dari garasi rumahnya.

Tapi ketika dia sedang mencari tempat untuk meletakan vannya itu dirumah almarhum, tiba-tiba istrinya keluar. Dengan suara yang tegas dia berkata dikhalayak ramai. “Mas, saya tidak mengijinkan mobil ini digunakan untuk mengantar jenazah itu, sebab semasa hayatnya dia tidak pernah mengijinkan kita naik mobilnya”. Bisa di bayangkan dan renungkanlah kalau tidak ada apa-apanya, tidak mungkin seorang istri berkata demikian. Jadi saya suruh bapak yang punya van itu membawa kembali vannya.

Setelah itu muncul pula seorang lelaki menawarkan bantuannya. Lelaki itu mengaku dia anak murid saya. Dia meminta ijin dalam 10-15 menit membersihkan mobilnya. Dalam jangka waktu yang ditetapkan itu, muncul mobil tersebut, tapi dalam keadaan basah dibasuh. Mobil yang dimaksudkan itu sebenarnya truk. Dan truk itu digunakan oleh lelaki tadi untuk menjual ayam ke pasar, dalam perjalanan menuju kawasan pemakaman.

Saya berpesan kepada dua pembantu tadi supaya masyarakat tidak usah membantu kami menguburkan jenazah, cukup tinggal di tenda saja akan lebih baik. Saya tidak mau mereka melihat lagi peristiwa ganjil. Rupanya apa yang saya takutkan itu terjadi lagi, takdir Allah yang terakhir amat memilukan.

Sesampainya jenazah tiba di tanah pemakaman, saya perintahkan tiga orang anaknya turun ke dalam liang dan tiga lagi menurunkan jenazah. Allah berkehendak semua atas makhluk ciptaan-Nya terjadi, semasa jenazah itu menyentuh ke tanah tiba-tiba air hitam yang busuk baunya keluar dari celah tanah yang pada asal mulanya kering. Hari itu tidak ada hujan, tapi dari mana datang air itu? Sukar untuk saya menjawabnya. Lalu saya arahkan anak almarhum, supaya jenazah bapak mereka dikemas dalam keranda dengan hati-hati.

Saya takut nanti dia terlentang atau telungkup na’udzubillah. Kalau mayat terlungkup, tak ada harapan untuk mendapat syafa’at Nabi. Papan keranda diturunkan dan kami segera timbun kubur tersebut. Selepas itu kami injak-injak tanah supaya *mampat dan bila hujan dia tidak ambruk. Tapi sungguh mengherankan, saya perhatikan tanah yang diinjak itu menjadi becek. Saya tahu, jenazah yang ada di dalam telah tenggelam oleh air hitam yang busuk itu.

Melihat keadaan tersebut, saya arahkan anak-anak almarhum supaya berhenti menginjak tanah itu. Tinggalkan lubang kubur 1/4 meter. Maksudnya kubur itu tidak ditimbun hingga ke permukaan lubangnya, tapi dia seperti kubur berlubang. Tidak cukup dengan itu, ketika saya mau bacakan talqin, saya lihat tanah yang diinjak itu ada kesan serapan air.

Masya Allah, dalam sejarah peristiwa seperti itu terjadi. Melihat keadaan itu, saya ambil keputusan untuk selesaikan penguburan secepat mungkin. Sejak lama terlibat dalam penguburan jenazah, inilah mayat yang saya tidak talqimkan. Saya bacakan tahlil dan doa yang paling ringkas. Setelah saya pulang ke rumah almarhum dan mengumpulkan keluarganya. Saya bertanya kepada istri almarhum, apakah yang telah dilakukan oleh almarhum semasa hayatnya.

  • Apakah dia pernah menzalimi orang alim?

  • Mendapat harta secara merampas, menipu dan mengambil yang bukan haknya?

  • Memakan harta dari masjid atau anak yatim?

  • Menyalahkan jabatan untuk kepentingan pribadi?

  • Tidak pernah mengeluarkan zakat, sedekah atau infaq?

Istri almarhum tidak dapat memberikan jawabannya. Memikirkan mungkin dia malu untuk memberi tahu, saya tinggalkan nomor telepon rumah saya. Tapi sedihnya hingga sekarang, tidak seorang pun anak almarhum menghubungi saya. Untuk sekedar diketahui, anak almarhum merupakan orang yang berpendidikan tinggi hingga ada seorang yang beristrikan orang Amerika, seorang dapat istri orang Australia dan seorang lagi istrinya orang Jepang.

Peristiwa ini akan tetap saya ingat. Dan kisah ini benar-benar nyata bukan rekaan. Semua kebenaran saya kembalikan kepada Allah SWT pencipta alam ini. Kepada kita semua pembaca setia KCH, tanyalah diri kita akankah kita menginginkan peristiwa itu terjadi pada diri kita sendiri, ibu, bapak kita, anak kita atau kaum keluarga kita? Semoga kisah pengalaman pengurus jenazah ini menjadi pelajaran berharga buat kita semua semasa hidup kita.

 



Miss Kunti di Atas Rumah


Akhirnya bisa juga nulis cerita lagi, setelah sekian lama cuma bisa baca *doank. Maklum lupa sama password jadi gak bisa nulis cerita lagi, untung ada bang jhon yang bantu. Makasih ya bang jhon. Cerita ini aku dapat dari adik iparku, tepatnya malam apa dia lupa. Tapi katanya tidak terlalu malam juga sih. Di bawah jam 12 gitu katanya. Malam itu dia lagi tidak ada jadwal keluyuran, maklum lah anak baru gede (ABG) yang hobi keluyuran.
Tanpa keluyuran hidup terasa sepi, itu kata dia loh. Nah tepat malam itu ada tetangga belakang rumah mertua mau melahirkan. Karena dia lagi gak bisa tidur, dia coba keluar main gitar. Di samping rumah mertua aku ada pohon salam yang lumayan tinggi, di bawahnya dibuat tempat duduk-duduk. Di situlah adik iparku bermain gitarnya. Sekarang pohonnya sudah ditebang, karena aku buat rumah disamping rumah mertua.
Pertama sih dia biasa saja gak ada rasa gimana-gimana, tapi lama kelamaan kata dia ada rasa aneh buat dia merinding. Tapi dia *cuek saja, perasaan pemberani ya begitu. Nah baru 1 sampai 2 lagu di mainkaan baru muncul itu suara ketawa khasnya si miss kunti, karena dia penasaran, dia cari asal usul dimana itu suara. Eh saat lihat di atas atap rumah tetangga ada miss kunti lagi berdiri sambil ketawa. Langsung teriak dia “mamak” terus masuk rumah.
Jadi saat di dalam dia bilang sama mertuaku kalau dia lihat miss kunti diatas rumah tetangga. Mertua sih sudah biasa karena tahu ada yang mau melahirkan di belakang rumah, pasti ada yang nungguin lah hantu sejenis itu. Dan adik iparku jadi kapok main gitar malam dibawah pohon salam lagi. *Hehe tapi kalau keluyurannya mah tetap setiap malam.

 



Perkemahan di Sumber Boto Saat Masih MTS Part 2


Ok ini kelanjutan cerita dari “perkemahan di sumber boto saat masih MTS“, saat saya sedang tidur banyak kejadian yang menimpa teman-teman saya. Teman sekelompok dengan saya sebut saja budi, seusai baris-berbaris malam itu (ketika saya dengar suara kunti) si budi tidak bisa tidur, dia melihat ke arah luar tepatnya depan pintu tenda dia melihat di depan tenda ada seorang wanita yang berbaju putih (mungkin miss kunti yang saya dengar).
Sesaat budi mencoba tenang tidak mau heboh sendiri, di dalam tenda karena melihat teman-teman sudah pada tidur. Kelompok lain, kejadian di waktu saat baris-berbaris (saat saya dengar miss kunti) salah satu murid melihat ke tenda dan dia melihat ada anjing liar sedang berada di depan pintu masuk tenda. Dia biasa saja hingga di perhatikan terus anjingnya berubah jadi sesosok pocong yang seakan-akan mau masuk ke dalam tenda.
Pagi pun tiba, kami semua membentuk barisan untuk melakukan senam pagi bersama kakak panitia dan guru. Acara siang penjelajahan, saat penjelajahan ada rute yang melewati kuburan dan terjadilah peristiwa penampakan, entah kelompok berapa saya lupa tapi masih ingat dia seorang cewek berbadan kecil sebut saja uci (nama samaran). Ketika dia sedang berada di depan kuburan dan kelompoknya di berhentikan oleh kakak panitia saat itulah matanya melihat ke pohon besar di dalam kuburan.

 

 



Perkemahan di Sumber Boto Saat Masih MTS Part 2

Ok ini kelanjutan cerita dari “perkemahan di sumber boto saat masih MTS“, saat saya sedang tidur banyak kejadian yang menimpa teman-teman saya. Teman sekelompok dengan saya sebut saja budi, seusai baris-berbaris malam itu (ketika saya dengar suara kunti) si budi tidak bisa tidur, dia melihat ke arah luar tepatnya depan pintu tenda dia melihat di depan tenda ada seorang wanita yang berbaju putih (mungkin miss kunti yang saya dengar).
Sesaat budi mencoba tenang tidak mau heboh sendiri, di dalam tenda karena melihat teman-teman sudah pada tidur. Kelompok lain, kejadian di waktu saat baris-berbaris (saat saya dengar miss kunti) salah satu murid melihat ke tenda dan dia melihat ada anjing liar sedang berada di depan pintu masuk tenda. Dia biasa saja hingga di perhatikan terus anjingnya berubah jadi sesosok pocong yang seakan-akan mau masuk ke dalam tenda.
Pagi pun tiba, kami semua membentuk barisan untuk melakukan senam pagi bersama kakak panitia dan guru. Acara siang penjelajahan, saat penjelajahan ada rute yang melewati kuburan dan terjadilah peristiwa penampakan, entah kelompok berapa saya lupa tapi masih ingat dia seorang cewek berbadan kecil sebut saja uci (nama samaran). Ketika dia sedang berada di depan kuburan dan kelompoknya di berhentikan oleh kakak panitia saat itulah matanya melihat ke pohon besar di dalam kuburan.
Pocong, pocong, pocong” dia lari bersembunyi ke belakang kakak panitia, uci sangat ketakutan hingga akhirnya dia tidak melanjutkan penjelajahan dan di bawa kembali ke pendopo untuk menenangkan pikirannya. Tapi itu masalahnya sesaat uci di pendopo dia kerasukan dan guru pun mencoba untuk mengeluarkannya dan berhasil untuk sementara, hingga sorenya dia kerasukan kembali dan di keluarkan kembali.
Tapi si uci sudah gak tahan karena ketakutan yang sudah menjadi akhirnya guru mencoba telepon orang tuanya untuk menenangkan anaknya, selesai shalat isya’ orang tuanya datang tapi uci tetap gak tenang, dengan terpaksa uci di perbolehkan pulang. Malamnya kami ada tugas jelajah malam dan melewati rute yang sama seperti tadi siang, kali ini ketua kelompok saya yang mengalaminya.
Di perjalanan kami di suruh berhenti oleh kakak panitia di tempat yang sangat gelap, hanya ada cahaya dari sang rembulan, saya tenggok kanan kiri banyak pohon cemara (jangan nyanyi bacanya) yang tinggi dan juga pohon jati tiba-tiba ketua bicara “kok koyok onok seng jempok tanganku” (kok seperti ada yang sentuh tangan saya). Setelah dia berbicara begitu langsung lehernya ketua saya juga seperti di sentuh, katanya dingin saat di sentuh dan dia langsung merinding (saya biasa saja dan melihat sekeliling siapa tahu miss kunti kemarin muncul).
Penjelajahan malam sudah usai dan kami siap untuk tidur karena besoknya kita semua pulang ke rumah, 4 tahun kemudian (2015) saya tidur di kamar yang pernah di tiduri oleh tukang (di cerita “angkernya rumahku dulu saat masih di bangun“) saya susah tidur sudah coba berbagai posisi tapi semuanya tak terasa nyaman hingga saya mencoba untuk merem dan saya ketindihan untuk pertama kalinya.
(Jujur di awal saya gak tahu apa namanya dan merasa aneh kok bisa seperti ini, hingga tahu setelah cari di google). Saya merasa terlempar dari tempat saya berdiri di pojok belakang (ketika dengar miss kunti, anehnya saat ketindihan saya bisa lihat miss kuntinya dia berada di belakang saya cukup jauh dah tangannya seakan-akan menyuruh saya pergi).
Seketika saya langsung terlempar jauh dan menabrak banyak pohon dan bangunan (tapi tembus alias saya jadi kayak roh). Saya membaca doa dengan seluruh tubuh yang tidak bisa gerak tapi pikiran masih sadar, kalau saya belum tidur dan ternyata lemparannya miss kunti berhenti tepat di kamar yang sedang saya tidurin, sesaat saya pun bisa membuka mata dan merasakan seluruh badan jadi capek dan gemetar dengan keringat yang membasahi seluruh tubuh.
Saya mencoba tenang dan berpikir mungkin inilah jawabannya agar saya tidak kecewa karena dulu tidak bisa melihat kuntinya, saya pun melanjutkan tidur di kamar itu. Nantikan cerita lainnnya di rumah saya dan di kamar itu lagi! Ok see you guys.






Angkernya Rumahku Dulu Saat Masih di Bangun


Hay, hay pembaca setia KCH ketemu lagi sama ikwan, sebelum saya lanjut cerita perkemahan di sumber boto saat masih MTS part 2, saya mau berbagi cerita mengenai rumah saya saat masih di bangun, oke ini cerita ke-3 saya. Di cerita ini saya masih belum lahir tapi orang tua saya menceritakannya kepada saya bagaimana jalan prosesnya rumah ini saat masih di bangun.
Saat itu orang tua saya menugaskan 4 orang tukang untuk membangun rumah saya dan saat itu mereka sudah menyelesaikan 1 ruangan kamar, saat jam istirahat siang selesai makan salah satu tukang tidur di kamar yang baru jadi (hanya berupa bangunan persegi) dia tidur di atas bayang (tempat duduk yang panjang terbuat dari kayu atau bambu). Ketika sudah tertidur dia di bangunkan oleh 3 anak kecil sedang lari mengelilingi dia yang sedang tidur.
Dia merasa biasa saja karena masih capek jadi mau lanjut tidur hingga dia di kelitikin sama ketiga anak itu dan saat dia bangun dan melihat tiga anak itu ternyata bukan anak kecil biasa alias hantu sontak dia lari keluar rumah mencari teman-temannya yang sesama tukang. Skip, bertahun-tahun kemudian.
Hingga saat ini mereka bertiga masih di rumah saya tapi sudah tidak mengganggu, namun sering menyebabkan kecelakaan di depan rumah saya, tiap selesai shalat maghrib mereka bertiga lewat samping rumah saya untuk pergi ke tempat bermainnya yaitu jalan dengan gundukan (polisi tidur) yang cukup tinggi dikarenakan di bawahnya di buat jalan keluarnya air hujan.
(Kenapa saya bisa tahu kalau mereka di sana, sebab nenek saya tinggal di rumah saya dan tidur di kamar yang sedang saya tempati sekarang. Entah kenapa nenek saya bisa mendengar mereka mungkin karena faktor usia atau hal lainnya saya tidak tahu yang jelas nenek saya sering di ganggu saat tinggal di rumah saya). Entah sudah berapa korban yang pernah jatuh saat melewati gundukan itu dengan luka cukup serius mulai kepalanya berdarah, bibir jadi sobek, sakit di dada hingga muntah dan pingsan, hingga di buatkan acara syukuran untuk mencegah hal buruk lainnya dan jalannya di beri tulisan harap pelan-pelan.
Setelah cukup lama sejak itu hingga saat ini baru ada 1 korban yang sebelumnya sering sekali, alhamdulillah sekarang sudah tidak ada lagi dan semoga terus seperti ini. Flash back zaman saat masih di bangun. Setelah itu rumah saya di buatkan sumur (belum ada sanyo) katanya sumur saya ini ada penghuninya seorang wanita entah miss kunti apa bukan saya tidak pernah melihatnya sendiri. Mungkin juga pernah tapi itu belum pasti nanti saya ceritakan kembali mengenai rumah saya zaman dulu yang bisa di bilang cukup banyak gangguan dari para makhluk halus. Oke sekian dulu untuk cerita kali ini maaf bila kurang seram.


untuk lebih lengkapnya silahkan kunjungi website berikut :cerita-hantu.com




 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 





Komentar

Posting Komentar